Jumat, 17 Juni 2016

MANAJEMEN TEKNOLOGI AGRIBISNIS

Putri Kirana Pertiwi
35415447
1ID02

MANAJEMEN TEKNOLOGI AGRIBISNIS


I.                  PENDAHULUAN

Di masa orde baru pemerintah Indonesia cenderung lebih mengutamakan teknologi canggih yang berbasis impor yang akibatnya teknologi tersebut berkembang subur di era orde baru diantaranya adalah industri perkapalan, industri pesawat terbang, dan industri persenjataan. Di masa orde baru, pengembangan teknologi dianggap tidak menyejahterakan rakyat. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat itu bersifat semu atau tidak seperti yang sebenarnya. Pada masa orde baru, visi teknologi adalah bagaimana menciptakan suatu teknologi yang canggih tanpa memperhatikan potensi alam yang dimiliki bangsa Indonesia. (Gumbira-Sa’id dkk,2001:13)
Di masa reformasi akhirnya pemerintah Indonesia memilih kebijakan teknologi yang utama adalah pengembangan teknologi di bidang agribisnis. Pemerintah Indonesia menjadikan agribisnis sebagai salah satu usulan unggulan teknologi nasional yang sangat tepat. Mengapa demikian? Karena Indonesia memiliki keunggulan komparatif seperti sumber daya alam yang melimpah, jumlah tenaga kerja yang besar, dan pasar yang besar. Oleh karena itu, sebaiknya dijadikan basis untuk mengembangkan teknologi dengan kondisi sosial budaya yang tepat.
Untuk itu saya mengambil Judul makalah “Manajemen Teknologi Agribisnis” karena saya ingin memaparkan bagaimana pemanfaatan teknologi dalam Agribisnis dan pentingnya Manajemen dan Teknologi dalam mengelola Agribisnis. Seperti kita ketahui bahwa di masa global mendatang, hanya ada Negara-negara yang dapat menguasai teknologi yang baik yang bisa berada di barisan ekonomi dunia. Oleh karena itu, di abad teknologi ini, peranan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sangat menonjol dalam setiap aspek kehidupan.

II.               PEMBAHASAN

A.   Pengertian Teknologi
“Teknologi pada hakikatnya melekat pada kehidupan manusia mulai dari teknologi yang paling sederhana sampai pada yang paling canggih. Teknologi dapat diartikan sebagai proses yang meningkatkan nilai tambah, produk yang digunakan dan/atau dihasilkan dalam proses dan sistem di mana proses dan produk merupakan bagian integral.” (Yusufhadi Miarso,2007).
Selanjutnya ada seorang ahli sosiologi lainnya yang memberikan definisi mengenai teknologi. Castells (2004) dalam buku Manajemen Teknologi Agribisnis menyebutkan bahwa teknologi merupakan suatu kumpulan alat, aturan dan juga prosedur yang merupakan penerapan dari sebuah pengetahuan ilmiah terhadap sebuah pekerjaan tertentu dalam suatu kondisi yang dapat memungkinkan terjadinya pengulangan.
Berikut adalah pengertian teknologi secara umum :
·               Teknologi adalah sebuah metode praktis yang digunakan untuk menciptakan sesuatu yang berguna dan bisa digunakan secara berulang kali.
·               Teknologi diciptakan oleh manusia, banyak berhubungan dengan kegiatan praktis yang dilakukan manusia sehari hari.
·               Penciptaan dan juga pengembangan dari sebuah teknologi adalah untuk tujuan pengembangan diri manusia, dimana teknologi memang sengaja diciptakan untuk membantu mempermudah pekerjaan dan aktivitas manusia.
·               Dasar keilmuan yang dimilki oleh teknologi adalah keilmuan sain, yang merupakan versi praktis atau praktikal dari sebuah sains.
·               Setiap teknologi bisa diciptakan dan juga dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan juga kemampuan yang dimiliki manusia. Batasan dari sebuah teknologi hanyalah pikiran manusia. Selama manusia bisa mencari ide – ide baru, maka pengembangan teknologi tidak akan pernah berhenti.

Dengan bantuan teknologi, manusia cenderung mempunyai banyak pilihan dalam mengembangkan bidang-bidang yang diminatinya. Salah satunya, pilihan yang dapat ditawarkan untuk pengembangan agroindustri (Gumbira Sa’id et al,2001:21), yakni :
a.             Jenis teknologi, prospek, cara penerapan, dan pasar;
b.            Jumlah modal yang harus ditanamkan (biasanya disesuaikan dengan besar kecilnya skala usaha yang akan dilaksanakan);
c.             Cara penanaman modal, baik melalui penanaman modal asing (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN), atau non PMA- PMDN;
d.            Produk dan nilai tambahnya.

Selain itu, di dalam buku Manajemen Teknologi Agribisnis, Hubeis(1993) juga melakukan pembagian tipologi teknologi ke dalam empat kelompok teknologi, yaitu :
1.            Teknologi standar dengan system produksi standar, peralatan standar, dan pekerja berkualifikasi sedang (contoh : susu pasteurisasi, sirup, dan selai buah-buahan skala menengah);
2.            Teknologi mutakhir dengan system produksi kompleks, peralatan kompleks dan pekerja berkualifikasi tinggi (contoh : industri makanan dan minuman kaleng, kultur jaringan, dan industri kertas);
3.            Teknologi tradisional dengan system produksi standar, peralatan tidak banyak, dan pekerja kurang berkualifikasi (contoh : industri rumahan gula merah batok, kerupuk sagu, dan ikan asin);
4.            Teknologi transisi dengan system produksi standar, peralatan sederhana sampai modern, dan pekerja kurang berkualifikasi (contoh : industri tempe dan tahu skala menengah, industri pakan ternak, dan nata de coco skala menengah).

B.   Pengertian Agribisnis
Agribisnis dapat didefinisikan sebagai keseluruhan kegiatan meliputi manufaktur, distribusi kebutuhan usaha tani,ternak , proses produksi usaha tani atau ternak, penyimpanan, pengolahan, serta distribusi hasil atau komoditas dari usaha tani atau ternak dan jenis lainnya. Definisi lain yang dapat disebutkan mengatakan bahwa agribisnis adalah setiap kegiatan perusahaan yang dimaksudkan untuk mencapai laba, meliputi bahan-bahan pertanian atau pengolahan, pemasaran, transportasi, serta distribusi material dan produk- produk konsumen.(Diktat,2007)
Pengelolaan sumber daya alam serta perubahan teknologi dan kelembagaan sedemikian rupa untuk menjamin pemenuhan dan pemuasan kebutuhan manusia secara berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.
Pembangunan pertanian, kehutanan, dan perikanan harus mampu mengkonservasi tanah, air, tanaman dan hewan, tidak merusak lingkungan, serta secara teknis tepat guna, secara ekonomi layak, dan secara sosial dapat diterima. Pengertian di atas membawa beberapa implikasi pembangunan berwawasan lingkungan, yaitu:
1)            Menjamin terpenuhinya secara berkesinambungan kebutuhan dasar nutrisi bagi masyarakat, baik untuk generasi masa kini maupun yang akan datang,
2)            Dapat menyediakan lapangan kerja dan pendapatan yang layak yang memberikan tingkat kesejahteraan dalam kehidupan yang wajar,
3)            Memelihara kapasitas produksi peternakan yang berwawasan lingkungan,
4)            Mengurangi dampak kegiatan pembangunan peternakan yang dapat menimbulkan pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan hidup, dan
5)            Menghasilkan berbagai produk peternakan, baik primer maupun hasil olahan, yang berkualitas dan higienis serta berdaya saing tinggi.

C.   Agribisnis Peternakan
   Agribisnis tidak hanya dalam bidang pertanian melainkan terdapat juga agribisnis dalam bidang peternakan. Agribisnis dalam bidang peternakan hampir sama dengan agribisnis dalam bidang pertanian yaitu meliputi kegiatan manufaktur, penyimpanan, pengolahan serta distribusi hasil kepada masyarakat.
           Pada awalnya pemeliharaan ternak oleh masyarakat hanya untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga. Namun demikian, sejalan dengan perkembangan zaman, kegiatan peternakan telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan yang mengarah pada bentuk usaha sebagai sumber pendapatan. Agar dalam menjalani usaha peternakan bisa menguntungkan maka dibutuhkan pengelolaan efektif dan efisien yang diistilahkan dengan sebutan agribisnis peternakan.
           Menurut Rahardi dan Hartono (2006:5) Agribisnis peternakan merupakan sistem pengelolaan ternak secara terpadu dan menyeluruh yang meliputi semua kegiatan mulai dari manufaktur, distribusi, penyimpanan, dan pengolahan, serta penyaluran dan pemasaran produk peternakan yang didukung oleh lembaga penunjang seperti perbankan dan kebijakan pemerintah.

D.   Pemanfaatan Teknologi dalam Agribisnis
        Teknologi sangat berperan penting dalam Agribisnis. Banyak sekali manfaat teknologi dalam sektor agribisnis, baik itu agribisnis peternakan maupun agribisnis pertanian. Berikut ini adalah pemanfaatan teknologi dalam Agribisnis baik peternakan maupun pertanian :

1.            Aplikasi Teknologi dalam Pengembangan Agribisnis Jeruk
Beberapa subkomponen teknologi seperti penggunaan perangkap kuning, penyiraman tanah dengan insektisida, penggunaan sex feromon, pemberongsongan, pemangkasan arsitektur, penyiraman, pemanenan secara benar, dan konsolidasi pengelolaan kebun, memiliki sifat inovasi yang berkategori nilai rendah. Subkomponen teknologi yang paling menonjol walaupun baru dikenal petani namun paling cepat dan mudah diadopsi atau diaplikasikan adalah penggunaan teknologi penyaputan batang dengan bubur Kalifornia. (Ridwan, H.K. et al.2008)

2.            Pemerah Susu Sapi dengan Menggunakan Mesin
Metode pemerahan susu sapi dahulu kala hanya dengan cara tradisional atau memerah dengan tangan sendiri. Namun sekarang para peternak sapi dapat menghasilkan susu dari sapinya selain memerah dengan tangan tapi juga terdapat alat modern yakni dengan menggunakan mesin pemerah susu.
Bagaimana Anda menggunakannya? Anda tinggal memasukan alat pemerah susu tersebut ke setiap puting sapi betina, lalu otomatis mesin itu menyedot susu sapi kemudian menampungnya di tempat penampungan dari mesin tersebut. Dengan alat ini susu sapi dapat Anda peroleh dengan sangat praktis. Anda dapat menghemat waktu karena prosesnya lebih cepat dibandingkan dengan cara tradisional (memakai tangan) juga hasil perolehan liter susu sapi lebih banyak. Apabila menggunakan tangan, susu yang bisa diperoleh dari seekor sapi sehat bisa mencapai 8-9 liter. Namun, apabila menggunakan mesin bisa mencapai 11-12 liter. Selain itu, susu sapi yang dihasilkan lebih higienis apabila menggunakan mesin.

3.            Alat Penanam Padi Jarwo Transplanter
Alat ini direkomendasikan oleh bagian penelitian dan pengembangan (Litbang) Kementerian Pertanian.
Jarwo merupakan kependekan dari jajar legowo dari jawa timur. Konsep alat ini adalah memberikan jarak yang pas antara satu barisan padi dan barisan padi lainnya. menururt riset, sistem ini ternyata mampu meningkatkan produksi sampai dengan 30%. Selain itu jarak yang lebar anatar baris juga memudahkan untuk pemeliharaan tanaman padi. 

Masih banyak lagi teknologi yang digunakan dalam Agribisnis. Tentunya teknologi tersebut dapat membantu para petani dan peternak dalam mengolah ladang mereka. Teknologi tersebut memiliki manfaat namun juga dapat merugikan. Manfaat teknologi sudah jelas seperti yang diatas yaitu dapat membantu petani atau peternak dalam mengelola ladang mereka. Namun, kerugian akibat dampak teknologi adalah sebagai berikut:
1.            Rusaknya tanah pertanian akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan terus menerus
2.            Pekerjaan manusia digantikan oleh teknologi. Jadi, semakin banyak pengangguran
3.            Tekanan terhadap tanah yang dihasilkan oleh traktor dan perlengkapannya dapat menyebabkan pemadatan yang signifikan terhadap lapisan tanah dan juga menghambat pertumbuhan tanaman).

E.   Manajemen, Teknologi, dan Agribisnis
Manajemen dalam bidang agribisnis mencakup semua aktivitas yang menerapkan berbagai prinsip dan pengetahuan umum manajemen yang baku pada kegiatan agribisnis. Dalam mengelola kegiatan agribisnis, pihak manajemen perlu berkreasi dalam melakukan suatu terobosan dengan menggunakan keahlian yang unik. Hal ini dikarenakan sifat agribisnis itu sendiri yang unik.
Menurut Rachmayanti dalam (Gumbira-Sa’id et al,2001:24) Terdapat delapan hal penting yang menyebabkan manajemen dalam agibisnis bersifat unik yaitu :
1.      Banyak jenis bisnis yang dapat dilakukan dalam sector agribisnis, yakni mulai dari lahan pertanian sampai ke pengangkutan, pengolahan, penjualan, pengemasan, penyimpanan, rumah makan, dan lain-lain
2.      Terdapat banyak bisnis yang berbeda yang dapat dilakukan untuk menangani perpindahan barang dari petani ke konsumsi melalui pedagang pengecer
3.      Pada dasarnya hampir semua usaha dalam bidang agribisnis berhubungan secara langsung atau tidak langsung dengan para petani produsen pangan dan serat. Tidak ada industri lain pun yang dibangun di sekitar produsen bahan baku
4.      Skala agribisnis beragam, dari ukuran raksasa sampai dengan ukuran rumah tangga
5.      Skala agribisnis biasanya kecil dan harus bersaing di pasar bebas, di mana terdapat banyak penjual dan sedikit pembeli. Jumlah dan ukuran agribisnis biasanya tidak dapat membentuk perusahaan monopoli. Pada agribisnis tertentu, diferensiasi produk juga sangat sulit terjadi
6.      Agribisnis cenderung bersifat konservatif, dibandingkan dengan jenis bisnis lainnya. Hal ini dikarenakan filosofi hidup para petani yang tradisional
7.      Agribisnis cenderung berorientasi pada keluarga. Oleh karena itu, banyak usaha dalam agribisnis yang dikelola oleh keluarga
8.      Agribisnis juga cenderung berorientasi kepada masyarakat. Pada umumnya mereka bertempat tinggal di kota-kota kecil atau pelosok pedesaan.

“Karena bagaimanapun juga suatu usaha akan berjalan baik apabila memiliki manajemen perusahaan yang tertata dengan baik. Manajemen perusahaan yang semakin baik akan berpengaruh terhadap reputasi perusahaan dimata semua pihak, baik pembeli, pemasok dan investor.” (Amalia Sholehana et al.2012)
Dengan memperhatikan delapan faktor tersebut diatas, manajemen dalam bidang agribisnis merupakan seni dalam menyukseskan penerapan prinsip-prinsip manajemen yang baku, untuk memenuhi hasil-hasil yang diinginkan, dengan menggunakan berbagai sumber daya yang terdapat pada perusahaan agribisnis tersebut.
Teknologi secara tidak langsung terkait dengan sistem ekonomi, budaya dan politik. Perubahan-perubahan teknologi yang terjadi, baik oleh sebab ekonomi, budaya, maupun politik, dapat menimbulkan dampak positif dan negatif bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, manajemen teknologi diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan manfaat yang diperoleh. Dalam bidang bisnis manajemen teknologi juga berkaitan erat dengan kegiatan operasional peternakan untuk menghasilkan produk dan jasa bermutu tinggi.
Menurut Tjakraatmadja (1997), manajemen teknologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang dibutuhkan untuk memaksimumkan nilai tambah suatu teknologi dengan cara melakukan proses manajemen yang tepat. Dengan adanya fungsi manajemen tersebut, maka ruang lingkup penerapan manajemen teknologi dalam bidang agribisnis menjadi sangat luas, mulai dari perencanaan teknologi sampai dengan pengawasan teknologi dalam rangka mencapai nilai tambah yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen.


III.           KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu :
1.            Agribisnis sudah menjadi pola sosial budaya masyarakat di Indonesia dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dan kebutuhan pangan di Indonesia. Baik itu agribisnis peternakan maupun agribisnis pertanian.
2.            Teknologi sangat berperan penting dalam membantu para peternak dan petani dalam mengelola Agribisnis. Tetapi, disisi lain terdapat juga kerugian yang diakibatkan oleh teknologi. Oleh karena itu, kita harus memiliki manajemen yang baik dalam Agribisnis.
3.            Dalam agribisnis kita harus bisa menyeimbangkan manajemen dan teknologi karena diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan manfaat yang diperoleh. Dalam bidang bisnis manajemen teknologi juga berkaitan erat dengan kegiatan operasional peternakan untuk menghasilkan produk dan jasa bermutu tinggi.




DAFTAR PUSTAKA

Amalia Sholehana et al (2012) “Formulasi Strategi Peningkatan Produksi Domba” : Jurnal Manajemen & Agribisnis 9:77-85

Gumbira Sa’id, Rachmayanti, dan MZ Muttaqin. 2001. “Manajemen Teknologi Agribisnis”. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia,

Hubeis,M. 1993. “Menuju Industri Kecil Profesional di Era Globalisasi Melalui Pemberdayaan Manajemen Industri”. Bogor: Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Manajemen Industri, Institut Pertanian Bogor






http://hocuspocus23.blogspot.co.id/2012/12/dampak-mesin-traktor-bidang-pertanian.html

Rahardi, F dan Hartono, Rudi. 2006. “Agribisnis Peternakan” . Depok : Penebar Swadaya

Ridwan, H.K et al (2008) “Sifat Inovasi dan Aplikasi Teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat dalam Pengembangan Agribisnis Jeruk” : Jurnal Hort 18:477-490

Tjakraatmadja, J.H. 1997. “Manajemen Teknologi”. Bandung: Studio Manajemen Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung

Miarso, Yusufhadi (2007) “Teknologi yang Bersifat Humanis” :  Jurnal Pendidikan Penabur 09:50-58

Senin, 01 Februari 2016

Cara Menghilangkan Rasa Malas Belajar

Bagi para pelajar sekolah yang memang pekerjaan sehari-harinya adalah menuntut ilmu di sekolah tentu akan sering timbul rasa bosan untuk belajar.  Entah itu belajar di sekolah maupun di rumah, belajar bisa menjadi sesuatu hal yang malas untuk dikerjakan.  Walaupun belajar itu baik untuk orang-orang yang seusia mereka, namun karena belajarnya merupakan belajar yang dipaksakan maka wajar jika muncul rasa bosan, malas, bete, sumpek, dan lain sebagainya dalam kegiatan belajan sehari-hari.

Jika rasa malas belajar atau malas sekolah mulai muncul, maka sebaiknya segera melakukan tindakan-tindakan yang dapat membuat rasa malas belajar mencari ilmu itu hilang.  Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka akibatnya bisa fatal.  Nilai ujian dan rapor sekolah atau kuliah yang seharusnya bagus bisa tiba-tiba menjadi jelek karena secara perlahan-lahan pelajaran yang terserap di otak pikiran semakin berkurang.  Akhirnya soal-soal ujian yang diberikan guru / dosen pun tidak bisa dijawab dengan baik sehingga prestasi yang didapat memburuk dari hari ke hari.

Beberapa Tips / Cara Mengatasi Rasa Bosan / Malas Belajar di Sekolah / Kampus :

1. Memikirkan Masa Depan

Masa depan yang tidak pasti menyebabkan setiap orang harus berjuang untuk mendapatkan masa depan yang baik.  Dengan nilai akademis yang baik maka akan ada banyak peluang untuk bekerja di tempat-tempat bekerja yang baik, entah itu baik dari segi penghasilan maupun dari segi kondisi kerja.  Jika nilai akademis buruk maka akan ada banyak peluang lowongan bekerja sulit untuk ditembus.  Memang di luar negeri kemampuan dan keterampilan sangat diperhitungkan, namun untuk ukuran negara Indonesia, nilai akademis masih banyak dijadikan acuan dalam rekrutmen pekerja atau pegawai oleh perusahaan.

2. Memikirkan Orangtua / Wali

Kasihanilah orangtua kita yang telah dengan susah payah menyekolahkan / menguliahkan kita hingga saat ini.  Yang pasti mereka ingin agar diri kita bisa menjadi individu-individu yang sukses dan mandiri di masa mendatang.  Jika orangtua atau wali kita tidak peduli dengan nasib kita ke depannya, maka niscaya mereka tidak akan menyekolahkan kita, apalagi sampai ke bangku perguruan tinggi.

3. Memikirkan Isteri/Suami dan Anak-Anak Cucu-Cucu

Mau kita beri makan apa isteri dan anak-anak kita nantinya jika kita gagal menjadi pribadi yang mapan dan mandiri.  Jangan sampai diri kita dan keluarga kita menjadi beban tanggungan bagi orangtua kita atau orangtua pasangan hidup kita.  Ketika mau menikah nanti pun juga akan sulit jika kita sudah menjadi orang yang gagal dalam pekerjaan dan pendidikan.  Jika sudah demikian maka yang mau menjadi pasangan hidup kita pun biasanya hanya orang-orang rendahan.  Dengan anak-anak dan cucu-cucu kita pun nanti kita bisa malu jika mereka sampai tahu bahwa kita adalah orang gagal dalam sisi pendidikan dan pekerjaan kita.

4. Memikirkan Rasa Malu

Pikirkanlah rasa malu yang amat sangat ketika diri kita dipaksa untuk keluar dari sekolah atau kampus yang selama ini menjadi tempat kita menuntut ilmu karena prestasi yang buruk.  Tentu itu akan menjadi sesuatu hal yang sangat memalukan seumur hidup.  Tidak naik kelas, dipermalukan guru / dosen, dicerca teman-teman, dimarahi orangtua, dan ditertawakan anak cucu merupakan suatu pengalaman yang sangat tidak menyenangkan.

----

Dari keempat hal di atas diharapkan bisa meningkatkan semangat belajar kita yang saat ini telah kendor.  Saat ini yang harus kita lakukan adalah berusaha mendapatkan nilai ujian yang baik sekaligus mencari keterampilan yang penting dan banyak dihargai oleh orang lain sebanyak mungkin.  Namun jangan sampai melupakan kesenangan yang saat ini kita gemari.  Menghibur diri dengan melakukan sesuatu yang disenangi adalah hal yang sah-sah saja dilakukan, akan tetapi jangan sampai menyebabkan diri kita lalai sehingga lupa akan tugas utama kita saat ini yaitu belajar mendapatkan ijazah dengan nilai baik sambil mengasah berbagai keterampilan yang kita minati.

Beberapa keterampilan yang perlu dipelajari saat ini contohnya seperti ilmu dagang, ilmu teknologi informasi, ilmu komputer, ilmu komunikasi, ilmu kesehatan, ilmu pertanian, ilmu peternakan, ilmu bangunan, ilmu pengolahan makanan sehat, ilmu transportasi, ilmu keguruan, dan lain sebagainya.  Dengan memiliki banyak keterampilan dan pengalaman diharapkan akan memudahkan kita untuk berwirausaha dari modal yang didapat dari bekerja di perusahaan milik orang lain.

Lirik Lagu Lost Stars - Adam Levine

Please don't see just a boy caught up in dreams and fantasies
Please see me reaching out for someone I can see
Take my hand let's see where we wake up tomorrow
Best laid plans sometimes it's just a one night stand
I'd be damned Cupid's demanding back his arrow
So let's get drunk on our tears and

God, tell us the reason youth is wasted on the young
It's hunting season and the lambs are on the run
Searching for meaning
But are we all lost stars, trying to light up the dark?

Who are we? Just a spec of dust within the galaxy
Woe is me if we're not careful turns into reality
Don't you dare let all these memories bring you sorrow
Yesterday I saw a lion kiss a deer
Turn the page maybe we'll find a brand new ending
Where we're dancing in our tears and

God, tell us the reason youth is wasted on the young
It's hunting season and the lambs are on the run
Searching for meaning
But are we all lost stars, trying to light up the dark?

I thought I saw you out there crying
I thought I heard you call my name
I thought I saw you out there crying
Just the same

God, tell us the reason youth is wasted on the young
It's hunting season and the lambs are on the run
Searching for meaning
But are we all lost stars, trying to light up the dark?
But are we all lost stars, trying to light up the dark?

Lirik Lagu One Last Time - Ariana Grande

I was a liar
I gave into the fire
I know I should've fought it
At least I'm being honest
Feel like a failure
'Cause I know that I failed you
I should've done you better
'Cause you don't want a liar (come on)

And I know, and I know, and I know
She gives you everything but, boy, I couldn't give it to you
And I know, and I know, and I know
That you got everything
But I got nothing here without you

So one last time
I need to be the one who takes you home
One more time
I promise after that, I'll let you go
Baby, I don't care if you got her in your heart
All I really care is you wake up in my arms
One last time
I need to be the one who takes you home

I don't deserve it
I know I don't deserve it
But stay with me a minute
I swear I'll make it worth it
Can't you forgive me?
At least just temporarily
I know that this is my fault
I should've been more careful (come on)

And I know, and I know, and I know
She gives you everything but, boy, I couldn't give it to you
And I know, and I know, and I know
That you got everything
But I got nothing here without you, baby

So one last time
I need to be the one who takes you home
One more time
I promise after that, I'll let you go
Baby, I don't care if you got her in your heart
All I really care is you wake up in my arms
One last time
I need to be the one who takes you home

I know I should've fought it
At least I'm being honest
But stay with me a minute
I swear I'll make it worth it
'Cause I don't want to be without you

So one last time
I need to be the one who takes you home
One more time
I promise after that, I'll let you go
Baby, I don't care if you got her in your heart
All I really care is you wake up in my arms
One last time
I need to be the one who takes you home (yeah)

One last time
I need to be the one who takes you