Senin, 09 Oktober 2017

RINGKASAN JURNAL PENINGKATAN KAPASITAS GUDANG DENGAN PERANCANGAN LAYOUT MENGGUNAKAN METODE CLASS-BASED STORAGE

JUDUL JURNAL : PENINGKATAN KAPASITAS GUDANG DENGAN PERANCANGAN LAYOUT MENGGUNAKAN METODE CLASS-BASED STORAGE

PENULIS JURNAL :
1. Heldy Juliana
2. Naniek Utami Handayani

DARI :
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik,Universitas Diponegoro
Jl. Prof. H. Soedarto, SH. Semarang 50239

VOL : Jurnal Teknik Industri, Vol. XI, No. 2, Mei 2016

TAHUN : 2016

PERINGKAS : Putri Kirana Pertiwi

DARI : Universitas Gunadarma

FAK/JURUSAN : Teknologi Industri/ Teknik Industri


TANGGAL MERINGKAS : 9 OKTOBER 2017

CV. MDP Semarang merupakan industri yang memproduksi karton. Gudang atau tempat penyimpanan produk di perusahaan tersebut belum memiliki tata letak  yang mengikuti kaidah tata letak gudang. Perusahaan tersebut menggunakan kebijakan randomized storage yaitu, peletakkan karton yang secara acak di sembarang tempat tentunya, kapasitas gudang tidak digunakan secara optimal dan menyebabkan penurunan kapasitas gudang sebenarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang perbaikan tata letak gudang bahan baku sehingga, dapat meningkatkan utilitasi kapasitas gudang dan percepatan pemenuhan permintaan karton.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah class based storage yaitu dengan pertimbangan karton yang disimpan di gudang bahan baku memiliki karakteristik sendiri sehingga, dapat membedakan karton antara yang satu dengan yang lainnya.
Penelitian ini menggunakan data primer yaitu peneliti memperoleh data tersebut dengan pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan serta melihat data historis yang dimiliki perusahaan. Terdapat empat data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu :
  • Data tata letak gudang bahan baku, digunakan untuk mengetahui tata letak saat ini
  • Data karakteristik karton adalah data mengenai ciri-ciri yang dimiliki tiap karton yang disimpan
  • Data jadwal dan jumlah pemesanan dan permintaan barang digunakan untuk mengetahui karton jumlah dan permintaan karton.
  • Data aliran bahan digunakan untuk mengetahui aliran karton sejak datang dari supplier hingga dikeluarkan untuk diproduksi.
Konsep yang digunakan peneliti dituangkan dalam gambar konseptual, sebagai berikut :


Adapun tahapan dan urutan proses penelitian yang dilakukan sebagai berikut:

Ukuran dari gudang CV. MDP Semarang saat ini adalah 45,6 x 22,6 x 3 m, proses keluar masuk bahan baku melalui pintu yang berukuran 2 x 2,5 m. Terdapat fasilitas untuk kelancaran kegiatan di dalam gudang tersebut, yaitu :
  • Timbangan, dengan ukuran 1,2 x 0,5 x 1,42 m
  • Inspeksi
  • Penyimpanan karton
  • Administrasi
  • Proses pembuatan kemasan karton, terdiri dari dua tahapan, yaitu proses pembuatan karton bergelombang (corrugating) dan proses konversi karton menjadi produk kemasan (converting).
Terdapat 2 karakteristik karton yaitu karton lipat (folding carton), dan karton gelombang (corrugated box). Karton-karton tersebut disimpan di dalam gudang dalam sebuah lot. Setiap rak memiliki berat sebesar 25 kg dan berukuran 50 cm x 30 cm x 90 cm. Alat material yang digunakan terdapat 1 buah Kereta dorong dengan dimensi 2 m x 1 m x 80 cm dan 1 buah Handclift dengan dimensi 1 m x 70 cm x 80 cm dan operator jika karton yang dibawa tidak terlalu banyak.
Pengiriman dari supplier dan pengiriman ke produksi berlangsung setiap hari dan setiap waktu. Data persediaan karton saat ini dan data keluar dan masuk karton di gudang bahan baku CV. MDP-Semarang setiap bulan dapat dilihat pada tabel berikut :


Data pada Tabel 1 akan digunakan untuk penentuan kapasitas gudang saat ini, sedangkan data pada Tabel 2 akan digunakan untuk penentuan letak karton karena karton dengan permintaan tertinggi harus diletakkan dekat dengan pintu keluar masuk gudang.
Data berikut ini akan menentukan kebutuhan produk yang harus disiapkan dari awal produksi, sehingga dapat memenuhi permintaan. Jumlah yang diminta adalah permintaan dari produk yang harus dipenuhi, sedangkan jumlah yang disiapkan diperoleh dengan rumus sebagai berikut (Wignjosoebroto, 2003):


Dengan menggunakan rumusan tersebut dapat diperoleh jumlah kebutuhan produk. Dengan diketahui jumlah kebutuhan produk dapat diketahui berapa jumlah material yang harus disiapkan dan akhirnya akan diperoleh jumlah kebutuhan gudang yang tertera pada Tabel 3 ke seluruh lokasi penyimpanan karton lolos inspeksi yaitu 827,48 m2 .Jarak yang ditempuh untuk mengambil karton apapun jenisnya pada kondisi saat ini adalah dari pintu keluar masuk ke seluruh lokasi penyimpanan karton lolos inspeksi yaitu 827,48 m².  Total keseluruhan jumlah lot yang harus disimpan adalah 8.930 lot yang terdiri dari karton lipat dan karton gelombang.
Jenis karton yang paling tinggi permintannya diletakkan paling dekat dengan pintu keluar masuk. Area pada gudang bahan baku selanjutnya dibagi menjadi 6 area yaitu area penyimpanan karton lolos inspeksi, area penyimpanan karton sebelum diinspeksi, area karton yang harus dikembalikan, area penimbangan, area administrasi, dan area mesin produksi. Sedangkan lokasi printing, dipindahkan ke area cutting gelaran karena masih terdapatnya ruang kosong yang tersedia. Setiap area penyimpanan disusun menjadi 2 tingkat dengan tinggi penyimpanan maksimal untuk tingkat 1 adalah 1,5 m sedangkan untuk tingkat 2 adalah 1,2 m. Kapasitas setiap area penyimpanan diperoleh dengan memperhitungkan dimensi dari pallet dari karton yang diletakkan secara horizontal.
  • Area penyimpanan 1 = (1,75/0,9) x (45,6/0,5) x (2,7/0,3) = 1.642 lot
  • Area penyimpanan 2 = (1,75/0,9) x (40/0,5) x (2,7/0,3) = 1.440 lot
  • Area penyimpanan 3 = (1,75/0,9) x (40/0,5) x (2,7/0,3) = 1.440 lot
  • Area penyimpanan 4 = (1,75/0,9) x (40/0,5) x (2,7/0,3) = 1.440 lot
  • Area penyimpanan 5 = (1,75/0,9) x (40/0,5) x (2,7/0,3) = 1.440 lot
  • Area penyimpanan 6 = (1,75/0,9) x (40/0,5) x (2,7/0,3) = 1.440 lot
  • Area penyimpanan 7 = (1,75/0,9) x (34/0,5) x (2,7/0,3) = 1.224 lot
  • Area penyimpanan 8 = (1,75/0,9) x (15/0,5) x (2,7/0,3) = 540 lot
  • Area sebelum inspeksi = (1,75/0,9) x (6/0,5) x (2,7/0,3) = 200 lot
  • Area retur = (2,7/0,9) x (25/0,5) x 3 = 450 lot
Gang antar rak diberikan selebar 1,15 m. Hal ini berdasarkan lebar maksimal dari alat handcliff yaitu 1 m, dalam penyimpanan karton prosedur yang dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Karton disimpan secara berurut menurut Tabel 4 dalam tiap rak, dengan urutan pertama diletakkan paling depan dan dilanjutkan hingga ke belakang.
  2. Tiap jenis karton diisi dengan cara memenuhi ruang hingga keatas, setelah terpenuhi selanjutnya mengisi kembali dari bawah. Setiap jenis karton diberi sekat untuk membedakan pengelompokan dengan jenis lainnya.
Total karton harus disimpan disimpan adalah 8.766 lot dan kapasitas awal gudang untuk menampung karton sebesar 8.930 lot (102%). Efisiensi dalam penggunaan kapasitas gudang dihitung sebesar 102% (8.930 : 8.766). Dengan perancangan tata letak luas gudang bahan baku, kapasitas meningkat menjadi 11.256 lot, maka efisiensi baru dihitung sebesar 128% (11.256: 8.766) atau dengan kata lain efisiensi meningkat 22% (128% - 102%).
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pada tata letak  gudang usulan digunakan area penyimpanan dengan lot sehingga dapat menambah kapasitas gudang. Dengan penggunaan rak ini terdapat kapasitas cadangan gudang yaitu sebanyak 1.600 lot. Dengan kebijakan penempatan class-based storage, karton dikelompokkan berdasarkan jenisnya dan diurutkan menurut jumlah permintaannya. Karton dengan permintaan terbesar diletakkan paling dekat dengan pintu keluar masuk. Sehingga mempercepat pencarian karton karean tidak perlu mencari ke seluruh gudang, melainkan cukup mencari pada rak dimana jenis karton ditempatkan.

Powerpoint : https://www.slideshare.net/putrikirana04/jurnal-peningkatan-kapasitas-gudang-dengan-perancangan-layout-menggunakan

Sumber : http://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgti/article/view/11335